Museum Zoologi SITH ITB

Museum Zoologi SITH ITB didirikan sekitar tahun 1950-an. Berawal dari beberapa peneliti yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat seperti Prof. Poul Heegaard dan Prof. Walter Roepke yang melakukan ekspedisi ke berbagai wilayah di Indonesia pada tahun 1940-1950-an. Sebagian koleksi yang didapatkan dari ekspedisi tersebut kemudian disimpan di Departemen Biologi ITB (sekarang menjadi SITH ITB) sebagai salah satu cara untuk menunjang penelitian dan pendidikan biologi, khususnya dalam bidang zoologi.

Ruangan utama Museum Zoologi SITH ITB. Foto: Ganjar Cahyadi

Ruangan utama Museum Zoologi SITH ITB. Foto: Ganjar Cahyadi

Koleksi dan pengelolaan museum sejak tahun 1960-an hingga 2000-an kemudian dilanjutkan oleh mahasiswa dan dosen yang memiliki minat dalam bidang zoologi dan taksonomi seperti Max van Balgooy, Dr. Hidajat Sjarief Hardjasasmita, Prof. Soelaksono, Prof. Djoko Tjahjono Iskandar, dkk., Dr. Achmad Sjarmidi, Daru Yuli Setyanto, M.Si., serta Ganjar Cahyadi. Museum Zoologi SITH ITB sempat mengalami beberapa kali pemindahan lokasi sebelum menetap di Kampus ITB Jatinangor saat ini.

Beberapa kontributor dan pengurus Museum Zoologi SITH ITB: 1. Prof. Walter Roepke; 2. Prof. Poul Heegaard; 3. Prof. Soelaksono; 4. Max van Balgooy; 5. Prof. Djoko Tjahjono Iskandar; 6. Dr. Achmad Sjarmidi; 7. Daru Yuli Setyanto, M.Si.; 8. Ganjar Cahyadi

Beberapa kontributor dan pengurus Museum Zoologi SITH ITB: 1. Prof. Walter Roepke; 2. Prof. Poul Heegaard; 3. Prof. Soelaksono; 4. Max van Balgooy; 5. Prof. Djoko Tjahjono Iskandar; 6. Dr. Achmad Sjarmidi; 7. Daru Yuli Setyanto, M.Si.; 8. Ganjar Cahyadi

Museum ini memiliki koleksi lebih dari 2200 spesimen hewan dari 1027 spesies: mulai dari invertebrata laut, ikan, amfibi, reptil, burung hingga mamalia besar (lihat koleksi Museum Zoologi SITH ITB). Museum ini juga memiliki beberapa koleksi fosil. Sebagian besar koleksi berasal dari wilayah Indonesia dan beberapa koleksi berasal dari hibah peneliti Amerika Serikat dan Eropa serta berasal dari kerjasama dengan rumah sakit dan kebun binatang. Jumlah spesimen terus bertambah seiring dengan terus diadakannya penelitian mengenai biodiversitas. Selain itu, Museum Zoologi SITH ITB juga memiliki beberapa koleksi buku kuno mengenai zoologi dan taksonomi hewan serta ilustrasi yang berkaitan zoologi. Sekarang, Museum Zoologi SITH ITB sedang fokus terhadap pengelolaan koleksi dan pengembangan koleksi saintifik. Museum ini juga memberikan jasa identifikasi dan determinasi hewan serta kunjungan untuk berbagai keperluan publik (lihat Layanan).