Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

[:id]

Katak pohon mutiara (Nyctixalus margaritifer), merupakan salah satu amfibi endemik Jawa yang bisa ditemukan di TNGGP

Katak pohon mutiara (Nyctixalus margaritifer), merupakan salah satu amfibi endemik Jawa yang bisa ditemukan di TNGGP.

[:en]Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu destinasi kuliah lapangan SITH ITB sejak tahun 1990-an. Kuliah lapangan ke TNGGP mulai kembali dilakukan pada mata kuliah Taksonomi Hewan dan Taksonomi Tumbuhan (Program Studi Sarjana Rekayasa Kehutanan) setidaknya sejak tahun 2016 lalu. TNGGP memiliki tipe ekosistem hutan pegunungan yang bisa menjadi penyeimbang kegiatan kuliah lapangan di CA/TWA Pananjung-Pangandaran. Kegiatan dan materi pengamatan saat kuliah lapangan difokuskan pada burung, mamalia, amfibi, reptil, cacing dan arthropoda.

Katak pohon mutiara (Nyctixalus margaritifer), merupakan salah satu amfibi endemik Jawa yang bisa ditemukan di TNGGP

Katak pohon mutiara (Nyctixalus margaritifer), merupakan salah satu amfibi endemik Jawa yang bisa ditemukan di TNGGP (Foto: Ganjar Cahyadi).

Kegiatan yang dilakukan pada saat kuliah lapangan diantaranya pengamatan burung dan mamalia pada pagi dan sore hari, pengenalan dan pengaplikasian metode koleksi arthropoda, pengamatan serangga dan arthropoda lainnya pada pagi hari, pengamatan cacing, pengamatan amfibi dan reptil pada malam hari. Kegiatan pengamatan di TNGGP menjadi sangat menarik karena kawasan ini memiliki beberapa spesies endemik di Pulau Jawa seperti burung luntur jawa (Apalharpactes reinwardtii), macan tutul jawa (Panthera pardus melas), katak pohon mutiara (Nyctixalus margaritifer), serta percil jawa (Microhyla achatina).[:]